Zona Merah Covid-19, Tiga Desa Di Garut Dalam Ancaman

    Zona Merah Covid-19, Tiga Desa Di Garut Dalam Ancaman

    GARUT - Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat menyebutkan ada tiga desa yang masuk zona merah karena penularan wabah COVID-19 cukup tinggi lebih dari lima kasus sehingga masyarakat harus mewaspadainya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan vaksinasi lengkap."Data ini (zona) diolah berdasarkan kasus positif baru dalam satu minggu terakhir ini, " kata Ketua Divisi Data dan Analisa dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Asep Surachman di Garut, Senin(7/2/2022)

    Ia menyebutkan daerah yang masuk zona merah yakni Desa Tanjung Kamuning di Kecamatan Tarogong Kaler dengan kasus tujuh orang, kemudian Kelurahan Sukagalih di Kecamatan Tarogong Kidul dengan kasus 10 orang, dan Desa/Kecamatan Bayongbong terdapat enam kasus.

    Selain zona merah ada juga desa yang masuk zona oranye tersebar di enam kecamatan yakni Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Banyuresmi, Leuwigoong, dan Kecamatan Cibatu.Selain zona oranye dan merah karena ada kasus penularan, terdapat juga daerah yang masuk zona hijau atau tidak ada temuan kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

    Asep mengatakan penentuan level dan zona kewaspadaan COVID-19 salah satu indikatornya yaitu ada penambahan kasus dengan ketentuan zona merah di atas 5 kasus, zona oranye 3 sampai 5 kasus, zona kuning 1 sampai 2 kasus, dan zona hijau nol kasus."Bilamana ada kasus kematian, maka akan berubah dari kategori (zona) tersebut, " katanya.

    Upaya mencegah penyebaran dan penularan COVID-19, Asep menyampaikan salah satunya mewaspadai masyarakat yang memiliki riwayat Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dan riwayat dari daerah kabupaten atau kota lain yang berstatus terdapat kasus COVID-19 varian Omicron.

    Selanjutnya, kata dia, jajaran tim kesehatan melakukan penelusuran dan pemeriksaan kesehatan terhadap orang yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19, dan juga melakukan percepatan vaksinasi dosis dua."Untuk mencegah penyebaran dan penularan dilakukan deteksi dini melalui kegiatan tracing dan testing, vaksinasi minimal dua dosis, " katanya.(***) 

    GARUT JAWA BARAT
    Nanang suryana saputra

    Nanang suryana saputra

    Artikel Sebelumnya

    Bantuan 3.750 Kloset Untuk Masyarakat Tingkatkan...

    Artikel Berikutnya

    Kegiatan Masyarakat Di Alun-alun Di Tutup...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 296

    Postingan Tahun ini: 1510

    Registered: May 24, 2021

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 291

    Postingan Tahun ini: 2052

    Registered: Jul 16, 2020

    Basory W

    Basory W

    Postingan Bulan ini: 156

    Postingan Tahun ini: 590

    Registered: Oct 11, 2021

    Maskuri

    Maskuri

    Postingan Bulan ini: 148

    Postingan Tahun ini: 254

    Registered: Mar 10, 2022

    Profle

    REPLIZAR

    Hampir 5 Bulan, Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur di Polres PakPak Bharat Belum Tertangkap
    Pengurus Yayasan Jurnalisme Peduli Sosial Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1443 H
    Wujud Bakti pada Negeri, Kemenkumham Jateng Dukung Launching Buku Sesepuh Berbagi
    Ikuti Pembukaan dan Entry Meeting, Jajaran Kemenkumham Jateng Siap Dievaluasi TPI

    Follow Us

    Recommended Posts

    7 Manfaat Menggunakan Aplikasi Presensi Kehadiran untuk Perusahaan
    Tak Hanya Vaksin Covid-19, Suir Syam Minta Pemerintah Genjot Imunisasi Penyakit Menular
    70 Persen Nakes Puskesmas Non-ASN, Edy Wuryanto Dorong Proses Pendataan yang Lebih Baik
    Muhammad Kadafi Minta Kabar Pengangkatan Guru PPPK Jangan Jadi Hoaks
    Adde Rosi Khoerunnisa Usul RUU Narkotika Atur BUMN Ikut Serta Bangun Panti Rehabilitasi Narkoba